Entri Populer

Kamis, 08 Desember 2011

aku tak ingin di cintai

aku tak ingin dimiliki bila tak sepenuh hati
aku tak mau kau sayangi bila kau setengah hati
aku tak mau kau ingini bila kau setengah hati

karena hatiku tak akan ku beri
pada kekasih yang tidak baik hati
jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu

aku tak ingin mencintai bila tak sepenuh hati
aku tak ingin memiliki bila tak sepenuh hati


karena hatiku tak akan ku beri
pada kekasih yang tidak baik hati


aku tak mau kau sayangi bila kau setengah hati
aku tak ingin dicintai, aku tak ingin dimiliki
aku tak mau kau sayangi, aku tak mau kau ingini

puisi untuk ayah tersayang

Ayah,wajah mu selalu tersenyum meskipun telah mulai menua
oh ayah,Tubuh mu yang dulu kekar&tegap kini telah mulai kurus dimakan usia.tapi ayah ! semangat mu tidak pernah layu.ayah..oh ayah,aku anak mu ini bangga akan semangat ayah dalam menghadapi kerasnya hidup.ayah selalu tegar.

ayah..aku rindu dgn semua kenangan kita sewaktu kecil.
ayah selalu mengajak ku bermain, ayah selalu menceritakan aku dongeng2 sampai aku terlelap tidur.
semua kebahagian telah ayah berikan pada ku.
dan sebaliknya kebahagiaan apa yang telah aku persembahkan untuk ayah.
hanya cinta, sayang n doa yang bisa aku persembahkan pada mu ayah.
Dalam hati kecil ku selalu berkata n berharap..
semoga aku bisa membahagiakan ayah n berbakti pada ayah..
ayah, Doa kan anak mu ini smg bisa selalu memberikan kebahagian pada ayah..baik di dunia dan akhirat..
Aminn..

Ya Allah Ya Robbi..
Dengarkan lah doa ku ini..
ku persembahkan untuk ayah, yang sekarang telah mulai sakit-sakitan.mungkin karena usia..
Ya Robbi..berikanlah kesembuhan n kesehatan pada ayah..
agar ayah bisa kembali seperti dulu.
ayah yang selalu ceria..
Aminn..Aminn..Ya Robbal Alamin..

Doa anakmu selalu bersamamu ayah..
Sembah sujud dari anak mu.

keutamaan sabar menghadapi cobaan

“Artinya : Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”.(Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092).

Wahai Ukhti Mukminah .!

Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah .?

Wasiat yang ada dihadapanmu ini disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menasihati Ummu Al-Ala’ Radhiyallahu anha, seraya menjelaskan kepadanya bahwa orang mukmin itu diuji Rabb-nya agar Dia bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosanya.

Selagi engkau memperhatikan kandungan Kitab Allah, tentu engkau akan mendapatkan bahwa yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat dan mengambil nasihat darinya adalah orang-orang yang sabar, sebagaimana firman Allah.

“Artinya : Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur”. (Asy-Syura : 32-33)

Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.

“Artinya : Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Baqarah : 177).

Engkau juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.

“Artinya : Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (Ali Imran : 146).

Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.

“Artinya : Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (An-Nahl : 96).

“Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar : 10).

Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.

“Artinya : Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :‘Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (Ar-Ra’d : 23-24).

Benar. Semua ini merupakan balasan bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi cobaan. Lalu kenapa tidak ? Sedangkan orang mukmin selalu dalam keadaan yang baik ?.

Dari Shuhaib radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”. (Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud

Engkau harus tahu bahwa Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu juga lebih ringan. Perhatikalah riwayat ini.

“Artinya : Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya”.

Isnadnya shahih, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172

“Artinya : Dari Abu Sa’id Al-Khudry Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku memasuki tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau sedang demam. Lalu kuletakkan tanganku di badan beliau. Maka aku merasakan panas ditanganku di atas selimut. Lalu aku berkata.’Wahai Rasulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimi’. Beliau berkata :’Begitulah kami (para nabi). Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami’. Aku bertanya.’Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya ?. Beliau menjawab.’Para nabi. Aku bertanya.’Wahai Rasulullah, kemudian siapa lagi?. Beliau menjawab.’Kemudian orang-orang shalih. Apabila salah seorang di antara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali (tambalan) mantel yang dia himpun. Dan, apabila salah seorang diantara mereka sungguh merasa senang karena cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karena kemewahan”. (Ditakhrij Ibnu Majah, hadits nomor 4024, Al-Hakim 4/307, di shahihkan Adz-Dzahaby

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

“Artinya : Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun”. (Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby

Selagi engkau bertanya :”Mengapa orang mukmin tidak menjadi terbebas karena keutamaannya di sisi Rabb.?”.

Dapat kami jawab :”Sebab Rabb kita hendak membersihan orang Mukmin dari segala maksiat dan dosa-dosanya. Kebaikan-kebaikannya tidak akan tercipta kecuali dengan cara ini. Maka Dia mengujinya sehingga dapat membersihkannya. Inilah yang diterangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap Ummul ‘Ala dan Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas’ud pernah berkata.”Aku memasuki tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang demam, lalu aku berkata.’Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau sungguh menderita demam yang sangat keras’.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.”Benar. Sesungguhnya aku demam layaknya dua orang diantara kamu yang sedang demam”.

Abdullah bin Mas’ud berkata.”Dengan begitu berarti ada dua pahala bagi engkau ?”

Beliau menjawab. “Benar”. Kemudian beliau berkata.”Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. (Ditakhrij Al-Bukhari, 7/149. Muslim 16/127).

Dari Abi Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.

“Artinya : Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya”. (em>Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130.)

Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang mukmin dalam perjalanan hidupnya di dunia. Maka dari itu sabar termasuk dari sebagian iman, sama seperti kedudukan kepala bagi badan. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan yang tidak ada artinya tanpa kepala. Maka Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata. “Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran”. Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. Perhatikanlah riwayat berikut ini.

“Artinya : Dari Atha’ bin Abu Rabbah, dia berkata. “Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. ‘Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni sorga .?. Aku menjawab. ‘Ya’. Dia (Ibnu Abbas) berkata. “Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata.’Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auratku) terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata.’Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo’a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu afiat’. Lalu wanita itu berkata. ‘Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. ‘Sesungguhnya (auratku) terbuka. Maka berdo’alah kepada Allah bagi diriku agar (auratku) tidak terbuka’. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut”. (Ditakhrij Al-Bukhari 7/150. Muslim 16/131)

Perhatikanlah, ternyata wanita itu memilih untuk bersabar menghadapi penyakitnya dan dia pun masuk sorga. Begitulah yang mestinya engkau ketahui, bahwa sabar menghadapi cobaan dunia akan mewariskan sorga. Diantara jenis kesabaran menghadapi cobaan ialah kesabaran wanita muslimah karena diuji kebutaan oleh Rabb-nya. Disini pahalanya jauh lebih besar.

Dari Anas bin Malik, dia berkata.”Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.

“Artinya : Sesungguhnya Allah berfirman.’Apabila Aku menguji hamba-Ku (dengan kebutaan) pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan sorga”. (Ditakhrij Al-Bukhari 7/151 dalam Ath-Thibb. Menurut Al-Hafidz di dalam Al-Fath, yang dimaksud habibatain adalah dua hal yang dicintai. Sebab itu kedua mata merupakan anggota badan manusia yang paling dicintai. Sebab dengan tidak adanya kedua mata, penglihatannya menjadi hilang, sehingga dia tidak dapat melihat kebaikan sehingga membuatnya senang. dan tidak dapat melihat keburukan sehingga dia bisa menghindarinya).

Maka engkau harus mampu menahan diri tatkala sakit dan menyembunyikan cobaan yang menimpamu. Al-Fudhail bin Iyadh pernah mendengar seseorang mengadukan cobaan yang menimpanya. Maka dia berkata kepadanya.”Bagaimana mungkin engkau mengadukan yang merahmatimu kepada orang yang tidak memberikan rahmat kepadamu .?”

Sebagian orang Salaf yang shalih berkata :”Barangsiapa yang mengadukan musibah yang menimpanya, seakan-akan dia mengadukan Rabb-nya”.

Yang dimaksud mengadukan di sini bukan membeberkan penyakit kepada dokter yang mengobatinya. Tetapi pengaduan itu merupakan gambaran penyesalan dan penderitaan karena mendapat cobaan dari Allah, yang dilontarkan kepada orang yang tidak mampu mengobati, seperti kepada teman atau tetangga.

Orang-orang Salaf yang shalih dari umat kita pernah berkata. “Empat hal termasuk simpanan sorga, yaitu menyembunyikan musibah, menyembunyikan (merahasiakan) shadaqah, menyembunyikan kelebihan dan menyembunyikan sakit”.

Ukhti Muslimah !

Selanjutnya perhatikan perkataan Ibnu Abdi Rabbah Al-Andalusy : “Asy-Syaibany pernah berkata.’Temanku pernah memberitahukan kepadaku seraya berkata.’Syuraih mendengar tatkala aku mengeluhkan kesedihanku kepada seorang teman. Maka dia memegang tanganku seraya berkata.’Wahai anak saudaraku, janganlah engkau mengeluh kepada selain Allah. Karena orang yang engkau keluhi itu tidak lepas dari kedudukannya sebagai teman atau lawan. Kalau dia seorang teman, berarti engkau berduka dan tidak bisa memberimu manfaat. Kalau dia seorang lawan, maka dia akan bergembira karena deritamu. Lihatlah salah satu mataku ini,’sambil menunjuk ke arah matanya’, demi Allah, dengan mata ini aku tidak pernah bisa melihat seorangpun, tidak pula teman sejak lima tahun yang lalu. Namun aku tidak pernah memberitahukannya kepada seseorang hingga detik ini. Tidakkah engkau mendengar perkataan seorang hamba yang shalih (Yusuf) :”Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”. Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yang paling dekat untuk dimintai do’a”. (Al-Aqdud-Farid, 2/282).

Abud-Darda’ Radhiyallahu anhu berkata. “Apabila Allah telah menetapkan suatu takdir,maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai takdir-Nya”. (em>Az-Zuhd, Ibnul Mubarak, hal. 125).

Perbaharuilah imanmu dengan lafazh la ilaha illallah dan carilah pahala di sisi Allah karena cobaan yang menimpamu. Janganlah sekali-kali engkau katakan :”Andaikan saja hal ini tidak terjadi”, tatkala menghadapi takdir Allah. Sesungguhnya tida ada taufik kecuali dari sisi Allah.

Selasa, 06 Desember 2011

puisi untuk bunda tercinta

Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga

Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu

Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat

Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia

Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa

Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda

Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya

Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam

Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam


ill be there for you

Sedihnya diriku merindukanmu rindukanmu
Katakan padaku arti diriku dihatimu
Ku 'kan ada untukmu
Kau selalu dihatiku

Everytime you miss me you need me

Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me you need me
Call me call me
I will come to you i promise you

I'll be there for you

Sedihnya diriku merindukanmu…rindukanmu
Katakan padaku arti diriku dihatimu
Ku kan ada untukm
Kau selalu dihatiku

Everytime you miss me you need me
Remember me
I will come to you i promise you i love you

Everytime you miss me you need me
Call me call me
I will come to you i promise you
I'll be there for you

For you for you

Everytime you miss me you need me
Remember me
I will come to you i promise you i love you

Everytime you miss me you need me

Call me call me
I will come to you i promise you
I'll be there for you

Everytime you miss me you need me
Remember me
I will come to you i promise you i love you

Everytime you miss me you need me
Call me call me
I will come to you i promise you
I'll be there for you

I'll be there for you

best friend forever

'kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya

Di saat ku termenung kau datang bawa cerita

Di saat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
Apapun kisahku kamu ada untukku
Hanya kaulah sahabat sejatiku

Kita 'kan selalu bersama dalam suka duka

Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku


Kita 'kan selalu bersama menggapai semua cinta
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever

Di saat ku termenung kau datang bawa cerita
Di saat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
Apapun kisahku kamu ada untukku
Hanya kaulah sahabat sejatiku

Kita 'kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku


Kita 'kan selalu bersama menggapai semua cinta
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever

'kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya

Kita 'kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku

Kita 'kan selalu bersama menggapai semua cinta
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Terluka tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever

guru oh guru

“Sepanjang kita masih terus begini…
Tak kan pernah ada damai bersenandung”

Dalam waktu yang amat singkat sekali saya benar-benar sangat ditampar oleh sepenggal lirik lagu “Ku cari jalan terbaik” karya Alm. Abang Panche Pondaagh.
Lirik singkat itu benar-benar mak pecuncu… tanpa kulonuwun menjadi guru untuk saya. Meski saya tahu ini wajar bahwa pada saat-saat tertentu kadang Tuhan meminjam raga siapapun untuk menjelma menjadi sosok guru untuk kita.
Kita tak pernah tahu kadang Tukang Pulung, Tukang bubur, Tukang cukur, bahkan copet atau jambret, dari sinden sampai presiden, bahkan seorang anak punk yang sering kita olok-olok jorok-jorok pun bisa menjelma menjadi sosok guru untuk kita.
Bahkan anak kecil yang masih polos tomo dan pemikiranya masih belum matang, memaksa kita untuk berkata “ya” dan “He’eh”, kadang benar-benar menampar kita dengan sekelumit kata-katanya yang kadang sdikit nyleneh bisa merubah cara hidup kita dan bagaimana kita memandang masalah dari sudut yang berbeda.
Nah, siang kemarin setelah mangan awan (awan ko dimakan…?) alias makan siang bin lunch, saya mampir disebuah kedai pengisian ulang pulsa/voucher reload langganan,saya beri nama kedai ini “S3″ bukan karena yang empunya lulus cumlaude S3, tapi karena setiap saya datang pasti langsung dikasih Senyum, Salam, & Sapa.
Tapi, siang itu saya bukan cuma sekedar S3 dan ngisi pulsa yang saya dapet, tapi, saya mendapat bonus kejadian yang asyik sekali, tentu bukan cipika-cipiki dari anaknya si engkoh yang cantik-cantik,karena si engkoh hari ini sedang jaga sendirian, dengan santai dan mengusap-usap kacamatanya, yang empunya kedai sedang asyik berseloroh berdendang :
“Sepanjang kita masih terus begini…
Tak kan pernah ada damai bersenandung”

Dalam waktu yang cukup singakt itu lirik lagu itu seperti langsung meretas ke sedulur papat lima pancer saya (hati nurani), fikiran saya benar langsung memfolderkan dan menerjemahkan lirik diatas, bener-bener dibolak-bali utek saya,.
Bagaimana tidak, saya langsung mengimplementasikan lirik itu kepada diri sendiri, sepanjang saya masih hitung-hitungan dalam mencintai seseorang, cemburuanlah, curigaanlah, aku cinta kamu karena A-Z, kamu tuh ini dan itu, saya yakin hubungan itu akan terasa monoton dan menjemukan.
Kemudian, saya mengimplementasikan lirik diatas dengan nasib Negeri kita, selama penguasanya masih gitu-gitu aja(mementingkan politik pencitraan), tidak jujur, tebang pilih dalam penanganan & penegakan hukum, dan setengah hati dalam memperjuangkan bangsa, dan niscaya Negeri kita ini akan mengalami stagnan,atau bahkan kemunduran, dan akan monoton sulit untuk bisa bergerak maju sedikit pun.
***
Setahun yang lalu saya mengalami brokenheart atouw dalam bahasa portugal tempat saya berasal disebut ati bodol, jamaklah saya jadi sering curhat dengan Pak Slamet security ditempat saya bekerja, alih-alih pengin curhat lagi eh ternyata Pak slamet yang kadang-kadang tidak selamet ternyata off/libur, akhirnya saya termenung saja di gardu pos satpam.

Sedang tidak asyik merenung meratapi nasibeng badan pada waktu itu, Mang Sutisna a.k.a Entis (pemulung & tunawisma yang biasa beroperasi dikomplek perkantoran saya)langsung ngagetin dan bikin buyar kekhusyukan saya.
Sambil terkekeh-kekeh seperti tahu ikhwal kesedihan saya, dia langsung bertanya “kenapa kamu sedih…?putus cinta…heeh Allah mengambil itu untuk mengganti,” lawong saya yang ga punya rumah, keluarga, dan kurang segalanya tetap berbahagia ko kamu yang satu derajat lebih mulia dari saya sedih terus…?
Oke yes…lagu yang cocok untuk kamu kayanya “Suratan” karya Bang Haji Oma Irama.
Teeerrrrrlllllaaalllluuuu…menirukan gaya Bang Haji…

Dengan rasa sedikit lega saya mendengarkan Mang Entis berdendang, dan saya sampai sekarang masih mengingat beberapa liriknya yang benar-benar membuat otak saya terkuak :
“Apa pun bentuk musibah yang terjadi di dunia
Tidak akan didatangkan
Tanpa suatu alasan
Tentang musibah yang datang mungkin hanyalah cobaan
Atau mungkin peringatan
Semoga bukan hukuman
Namun apa pun juga alasan
Bersabarlah dan tingkatkan iman

Tetapkanlah langkah, lapangkanlah dada
Mantapkanlah arah di dalam aqidah”
Menilik semua pemaparan diatas kadang keyakinan tidak selalu datang dari motivator ulung, tapi siapapun dapat Tuhan jadikan kunci untuk membukakan tabir hati kita yang tertutup rapat,siapa sangka seorang pemulung bisa bener-bener merogoh nurani kita, dan membuat seperti sedang menyaksikan orang suci sedang meruwat kita.
Sama seperti halnya cinta guru pun datang tanpa diduga-duga, siapapun bisa menjadi guru kita, Tuhan kadang menitis semaunya Dia,untuk memberikan kita peringatan, untuk melucuti pekerti kita dan memaksa kita untuk…BERKACA.
Guru tak berhenti dan ada pada saat kita bersekolah saja, tapi Allah akan terus mengirimkan guru untuk kita, dengan caraNya yang kadang tidak kita fahami,Gurupun akan berguru pada guru yang hayat yang akan kita temuai diwaktu-waktu yang tidak dapat kita pastikan,.
Guru Oh…Guru..